Oleh: agnes tenly moningkey | Juli 5, 2012

Pengelolaan Wilayah Pesisir Di Pesisir Timur Kabupaten Minahasa

Pengelolaan Wilayah Pesisir Di Pesisir Timur Kabupaten Minahasa

Oleh : Agnes Tenly Moningkey  05/07/2012

A. Pendahuluan
Dengan jumlah pulau sekitar 17.508 dan garis pantai sepanjang 81.000 km, Indonesia dikenal sebagai negara mega-biodiversity dalam hal keanekaragaman hayati, serta memiliki kawasan pesisir yang sangat potensial untuk berbagai opsi pembangunan. Namun demikian dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk dan pesatnya kegiatan pembangunan di wilayah pesisir, bagi berbagai peruntukan (pemukiman, perikanan, pelabuhan, obyek wisata dan lain-lain), maka tekanan ekologis terhadap ekosistem dan sumberdaya pesisir dan laut itu semakin meningkat. Meningkatnya tekanan ini tentunya akan dapat mengancam keberadaan dan kelangsungan ekosistem dan sumberdaya pesisir, laut dan pulau-pulau kecil yang ada disekitarnya.
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk membantu memberikan informasi dalam menyusun strategi pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu di wilayah Pesisir Timur kabupaten Minahasa Berdasarkan analisis terhadap sejumlah isu dan permasalahan serta karakteristik wilayah pesisir.

B. Konsep Pengelolaan Wilayah Pesisir
Konsep pengelolaan wilayah pesisir berbeda dengan konsep pengelolaan sumberdaya di wilayah pesisir yang mengelola semua orang dan segala sesuatu yang ada di wilayah pesisir. Contoh dari pengelolaan yang berbeda dengan pengelolaan wilayah pesisir adalah; pengelolaan perikanan, pengelolaan hutan pantai, pendidikan dan kesehatan dimana contoh-contoh tersebut tidak melihat wilayah pesisir sebagai target.

Yang paling utama dari konsep pengelolaan wilayah pesisir adalah fokus pada karakteristik wilayah dari pesisir itu sendiri, dimana inti dari konsep pengelolaan wilayah pesisir adalah kombinasi dari pembangunan adaptif, terintegrasi, lingkungan, ekonomi dan sistem sosial. Selanjutnya konsep pengelolaan wilayah pesisir didalam filosofinya mengenal prinsip keseimbangan antara pembangunan dan konservasi. Pembangunan berkelanjutan yang didasarkan pada prinsip-prinsip lingkungan juga memasukkan konsep keseimbangan ketergantungan waktu dan keadilan sosial.

C. Gambaran Umum Lokasi
Kabupaten Minahasa merupakan salah satu kabupaten di propisi Sulawesi Utara dengan letak Astronomisnya 01º01’00”- 01º29’00” L U 124º34’00”- 125º05’00” B T dan Letak Geografisnya Yaitu Sebelah utara Berbatasan Dengan Kabupaten Minahasa utara, Sebelah Barat Dengan Laut Sulawesi, Sebelah Selatan dengan Kabupaten Minahasa Selatan, dan Sebelah Timur Dengan Laut Maluku.Luas kabupaten ini adalah 1.029,82 km2 dengan Jumlah Penduduk 310.384 jiwa dengan kepadatan rata-rata diatas 291 jiwa.(BPS Sulut, 2012)
Peta Letak Kabupaten Minahasa

Kabupaten Minahasa memiliki 22 Kecamatan di mana terdapat beberapa kecamatan yang memilki wilayah pesisir yaitu kecamatan Kombi, Lembean timur, Tombariri, Pineleng , Kakas dan Langowan Selatan.

D.Wilayah Pesisir Timur Kabupaten Minahasa
Pesisir Timur Kabupaten Minahasa dengan letak astronomis 1 0 15’ 52.29 “ U -125 0 03’ 32.48“T sampai dengan 1 0 01’ 02.75 “ U -1240 54’ 39.08 “ memiliki panjang Garis Pantai 35.2 km dan secara administrasi termasuk dalam 4 kecamatan yaitu kecamatan Kombi, Lembean Timur, Kakas Barat dan langowan Selatan.

Peta Pesisir Timur Kabupaten Minahasa

E. Demografi Wilayah Pesisir Timur Minahasa

Jumlah Penduduk Kecamatan Lembean Timur Tahun 2012

NAMA DESA/KELURAHAN

J U M L A H

JUMLAH

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

Atep Oki

201

182

383

Kaleosan

312

251

563

Kapataran

1.072

999

2.071

Karor

663

581

1.244

Kayuroya

390

395

785

Seretan

1.062

1.025

2.087

Watulaney

1.017

893

1.910

TOTAL PENDUDUK TAHUN 2011

4.717

             Sumber : BPS Kabupaten  Minahasa 2012

Jumlah Penduduk Kecamatan Kombi Tahun 2012

NAMA DESA/KELURAHAN

J U M L A H

JUMLAH

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

Kalawiran

163

167

330

Kayu Besi

149

134

283

Kinaleosan

433

421

854

Kolongan

1.215

1.152

2.367

Kombi

809

750

1.559

Lalumpe *

493

463

956

Makalisung

367

355

722

Ranowangko II

590

562

1.152

Rerer

1.235

1.142

2.377

Sawangan

208

224

432

Tulap *

625

577

1.202

TOTAL PENDUDUK TAHUN 2011

6.287

5.947

12.234

Sumber : BPS Kabupaten  Minahasa 2012

Jumlah Penduduk Kecamatan Langowan Selatan Tahun 2011

NAMA DESA/KELURAHAN

J U M L A H

JUMLAH

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

Atep

1.011

873

1.884

Kaayuran Atas

0

0

0

Kaayuran Bawah

0

0

0

Kawatak

0

0

0

Manembo

719

656

1.375

Palamba

310

286

596

Rumbia

0

0

0

Temboan

0

0

0

Winebetan

0

0

0

 

TOTAL PENDUDUK TAHUN 2011

2.040

1.815

3.855

   Sumber : BPS Kabupaten  Minahasa 2012

Jumlah Penduduk Kecamatan Kakas Barat Tahun 2011

NAMA DESA/KELURAHAN

J U M L A H

JUMLAH

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

Bukit Tinggi

331

281

612

Kalawiran *

431

401

832

Panasen

657

612

1.269

Passo

1.769

1.626

3.395

Simbel

0

0

0

Tombasian Atas

0

0

0

Totolan

395

347

742

Touliang

751

704

1.455

Tountimomor

287

269

556

Wailang

231

195

426

Wasian

311

283

594

TOTAL PENDUDUK TAHUN 2011

5.163

4.718

9.881

Sumber : BPS Kabupaten  Minahasa 2012

F. Pengelolaan Wilayah Pesisir di Pesisir Timur Kabupaten Minahasa
Berdasarkan data yang ada di Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Minahasa sudah ada beberapa kegiatan pengelolaan di Wilayah Pesisir Timur Kabupaten Minahasa antara lain :
1. Marine Proctetction Area ( Daerah Perlindungan Laut)
Penetapan Daerah Perlindungan Laut di desa Atep oki kecamatan Lembean Timur dengan luas Area 5 ha
2. Konservasi Satwa langka
a. Konservasi Satwa Langka Penyu di Dusun Tuloun desa Lalumpe Kecamatan Kombi

b. Pembentukan Organisas Kelompok Pelestari Satwa Langka di Desa Lalumpe

3. Sarana Dan Prsarana Perikanan Tangkap
– Tempat Pelelangan Ikan dengan daya tampung 4 ton ikan segar di desa Atep Oki Kecamatan Lembeam Timur
– Pabrik Es di Desa Atep Oki
– Pembangunan Rumah khusus Nelayan di Desa Atep Oki dengan Konstruksi tahan gempa sebanyak 20 unit
– Pembangunan Rumah khusus nelayan Di Desa Tumpaan Kecamatan Kakas dengan konstruksi tahan gempa sebanyak 20 unit
Sumber : DKP Kabupaten Minahasa 2012
4. Mangrove
Konservasi Mangrove sepanjang pantai Tumpaan sampai Mokobang
Sumber : DKP Kabupaten Minahasa 2012

5. Pariwisata
Pesisir Timur Pantai Minahasa memilki keindahan pasir ptuih karena hampir semuanya bertopografi landai sehingga banyak lokasi-lokasi yang di jadikan wisata pantai. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa terdapat beberapa lokasi yang menjadi kunjungan wisata seperti tabel di bawah ini:

Tabel Lokasi Wisata Pantai Di Pesisir Timur  Kabupaten Minahasa Tahun 2012

No

Nama pantai

Jenis Wisata

Desa

Kecamatan

1

Pantai bukit tinggi

Bahari Pantai

Bukit Tinggi

Langowan Selatan

2

Pantai Rumbia

Bahari Pantai

Rumbia

Langowan Selatan

3

Pantai temboan

Bahari Pantai

Temboan

Langowan Selatan

4

Pantai Walennisorit

Bahari Pantai

Walensorit

Langowan Selatan

5

Pantai Tumpaan

Bahari Pantai

Tumpaan

Kakas

6

Pantai Tripl M

Bahari Pantai

Kolongan

Kombi

7

Pantai Tinggian

Bahari Pantai

Kolongan

Kombi

8

pantai Ranowangko

Bahari Pantai

Ranowangko

Kombi

9

Pantai Pakewa

Bahari Pantai

Ranowangko

Kombi

10

Pantai Bulo

Bahari Pantai

Rerer

Kombi

11

Pantai  Tuloun

Bahari Pantai

Lalumpe

Kombi

12

Pantai Kawis

Bahari Pantai

Tulap

Kombi

13

Pantai kamenti

Bahari Pantai

Kapataran

Lembean timur

14

Pantai Ratu

Bahari Pantai

Makalisung

Kombi

15

Pantai Kora-kora

Bahari Pantai

Kapataran

Kombi

16

Pantai Lembean

Bahari Pantai

Kapataran

Komb

Sumber : Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa 2012

G. Peraturan dan Kebijakan Pemerintah
Untuk mendukung Pengelolaan Wilayah Pesisir Pemerintah Kabupaten Minahasa Mengeluarkan Peraturan Daerah yaitu : “Peraturan Daerah Kabupaten Minahasa Nomor 2 tahun 2002 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Terpadu Berbasis Masyarakat di Kabupaten Minahasa”

Daftar Pustaka
http://www.scribd.com/doc/2307591211/makalah-pesisir
Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Minahasa 2012
Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa 2012
BPS Kabupaten Minahasa 2012

Oleh: agnes tenly moningkey | Mei 13, 2009

Kepulauan Kofiau

Desa Deer

Desa Deer

Kepulauan Kofiau Merupakan bagian dari salah satu Distrik Kofiau kabupaten Raja Ampat.Kepulauan Kofiau terletak antara 129017,9’ – 129058,4’ Bujur Timur dan 1009’-1017’ Lintang Selatan. Terdapat 3 pulau yang merupakan lokasi pemukiman penduduk yaitu Deer, Dibalal dan Tolobi. Nama pulau-pulau ini sesuai dengan nama kampungnya, bagian selatan kepulauan ini berbatasan dengan laut dan pulau-pulau di sekitar waegama, bagian utara dengan Pulau Bambu,bagian selatan berbatasan dengan Pulau Bacan,Pulau pisang, Pulau Obi dan Halmahera.

Pasir Putih Pulau Kofiau

Pasir Putih Pulau Kofiau

Oleh: agnes tenly moningkey | Mei 11, 2009

DANAU TONDANO

Danau Tondano adalah danau terluas di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Danau ini diapit oleh Pegunungan Lembean, Gunung Kaweng, Bukit Tampusu, dan Gunung Masarang. Danau ini dilingkari dengan jalan provinsi dan menghubungkan kota Tondano, Kecamatan Tondano Timur, Kecamatan Eris, Kecamatan Kakas, Kecamatan Remboken, dan Kecamatan Tondano Selatan. Danau ini merupakan danau penghasil ikan air tawar seperti ikan mujair, pior/kabos, payangka,kesa, gorame,lele dumbo, wiko (udang kecil), nike dan lain-lain.

Danau Tondano

Danau Tondano

Luas danau ini 4.278ha, dan terdapat pulau kecil bernama Likri (depan desa Tandengan kecamatan Eris). Di tepi Danau Tondano terlihat jelas Gunung Kaweng. Konon danau ini terjadi karena letusan yang dahsyat karena ada kisah sepasang insan manusia yang berlainan jenis melanggar larangan orang tua untuk kawin (bahasa Minahasa: kaweng) dengan nekat lari (tumingkas) di hutan. Sebagai akibat melanggar nasihat orang tua maka meletuslah kembaran gunung kaweng tersebut sehingga menjadi danau Tondano.

Danau Tondano mempunyai obyek wisata yang terkenal “Sumaru Endo” Remboken, dan Resort Wisata Bukit Pinus (Tondano arah Toliang Oki). Dari tepian danau Tondano (Toliang Oki), kita dapat melintas puncak Bukit Lembean dan memandang keindahan Laut Maluku (di sebelah timur), tepatnya kawasan Tondano Pante (Kecamatan Kombi), Kabupaten Minahasa.

Danau indah yang terletak 600m dari permukaan laut dengan dikelilingi daerah pegunungan yang rata-rata memiliki ketinggian 700 meter sehingga bentuknya menyerupai sarang burung, dimana banyak orang datang untuk berwisata menikmati udara pegunungan yang sejuk.

Keindahan danau tondano dapat dinikmati setia saat danau dengan luat 4.278 Ha terletak kurang lebih 36 km dari kota Manado atau 1 jam dengan kendaraan umum.

pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Tondano
http://students.ukdw.ac.id/~22012583/danau_tondano.htm

Oleh: agnes tenly moningkey | April 27, 2009

apa itu orienteering?

APA ITU ORIENTEERING?

Tentunya begitu membaca kata orienteering anda akan bertanya : apa itu Orienteering? Sebuah pertanyaan yang wajar. Marilah mengenalnya waview-man-consulting_127836h1lau hanya sekilas. Mudah-mudahan berguna dan dapat menambah wawasan anda.

Orienteering adalah olahraga yang mana pesertanya menggunakan peta dan kompas untuk menemukan sejumlah lokasi kontrol di medan sebenarnya. Pesertanya biasa disebut orienteer. Keunikan orienteerin sebagai ciri khas olahraga ini adalah mencari dan menemukan rute terbaik melintasi suatu medan/daerah tak dikenali melawan waktu.

Sebenarnya pola permainan orienteering seperti perpaduan olahraga reli dan kegiatan mencari jejak yang biasa dilakukan pramuka. Namun Orienteering lebih dari sekedar itu. Dalam olahraga ini anda harus menempuh dan menyelesaikan sebuah lintasan Orienteering yang terdiri dari sebuah start, sejumlah kontrol-kontrol (kontrol adalah istilah orienteering untuk pos) dan sebuah tempat finish. Sebelum di berangkatkan dari tempat start , anda di berikan sebuah kartu kontrol dan peta. Kartu kontrol adalah sebuah kartu yang berisi nama dan nomor peserta anda serta sejumlah kotak-kotak bernomor yang akan anda tandai disetiap kontrol untuk membuktikan bahwa anda telah menemukan kontrol-kontrol. Pada peta tempat start ditunjukan dengan sombol segitiga sama sisi ,setiap kontrol ditunjukan dengan sebuah lingkaran dan symbol lingkaran ganda untuk menunjukan tempat finish. Pusat dari symbol-simbol tersebut merupakan kedudukan atau posisi tempat start, setiap kontrol dan tempat finish dipeta. Selain yang ditunjukan pada peta dan symbol –simbol tadi, informasi tentang lintasan Orienteering yang anda tempuh lebih diperinci oleh deskripsi kontrol, yaitu sebuah daftar peserta yang beriisi kode-kode kontrol dan deskripsi atau penjelasan dari setiap tanda medan yang digunkan sebagai kontrol. Deskripsi kontrol ini dicetak pada peta.

Di medan sebenarnya setiap kontrol di tandai dengan sebuah bendera kontrol yang berbentuk kotak tiga sisi. Masing-masing sisinya yang berbentuk bujur sangkar dibagi secara diagonal menjadi setengah berwarna putih dan setengah berwarna jingga (atau merah). Pada atau di dekat bendera kontrol disematkan sebuah kartu kode kontrol (berisi angka, huruf, atau kombinasi angka huruf) yang berfungsi sebagai identitas kontrol dan digantungkan minimal sebuah alat penusuk.

Setelah barangkat dari tempat start ,tugas anda adalah mencari dan menemukan lokasi-lokasi kontrol dengan dipandu peta dan kompas serta menuju ke tempat finish untuk menyerahkan kartu kontrol anda kepada petugas finish. Ketika menemukan kontrol-kontrol anda harus menandai kartu kontrol dengan alat penusuk yang tersedia di setiap bendera kontrol sebagai bukti bahwa anda telah menmukan kotrol-kontrol. Rute di antara tempat start dan kontrol-kontrol tidak ditentukan, dan sama sekali terserahkepada anda untuk memilinya. Unsure pemilihan rute dan kemampuan bernavigasi adalah esensi dari orienteering.

Orienteering dapat dinikmati sebagi sebuah kegiatan rekreasi (fun actifity) , kegiatan edukasi(education actifithy ) maupun olah raga kompetisi (competition sport). Oalh rag ini dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia , mulai dari anak-anak pra sekolah (usia4-6 tahu) hingga kakek-nenek(usia 80-an tahun), baik secara perorangan, berpasangan maupun regu-regu kecil. Sifatnya yang dinamis dan fleksibel membuat orienteering dapat dimainkan oleh siapa saja. Olahraga ini menyajikan tantangan mental, rekreasi, kecakapan hidup, aktivitas fisik dan kegembiraan. Manfaat orienteering antara lain membentuk kepercayaan diri, mempertinggi kerja sama tim, improvisasi pembacaan peta, mengajarkan sebuah olahraga seumur hidup serta tantangan fisik dan mental. Dan semua itu akan anda temui dalam Orienteering.

By: Julian Ch. Manopo

SEKILAS TENTANG PULAU-PULAU TERLUAR INDONESIA DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE DAN KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD

Peta Pulau-Pulau Terluar

Kabupaten Kepulauan Sangihe dan kepulauan Talaud mengoleksi beberapa pulau yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga (Filipina). Pulau-pulau ini ada yang berpenghuni dan ada yang tidak.

Pulau Miangas (Kab. Kepulauan Talaud)

Pulau Miangasmiangas2 merupakan salah satu pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Secara geografis pulau ini berada pada posisi 05° 34′ 30″LU – 126° 35′ 35″BT. Pulau seluas 3,20 Km2 ini dimasukkan dalam anggota gugusan Kepulauan Nanusa, yang merupakan daerah perbatasan langsung dengan Filipina. Dari sisi timur akan terlihat hampir seluruh bagian pulau. Wilayah berbukit dominan di sisi timur dan sebagian kecil di bagian tengah pulau yang berupa gundukan kapur.

Pulau Marampit (Kab. Kepulauan Talaud)

Pulau Marampit merupakan pulau berpenghuni dengan posisi geografis berada pada posisi 4° 46′ 18″ LU dan 12718′ 32″ BT. Pulau dengan luas 12 km2 ini termasuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Nanusa, Kabupatan Kepulauan Talaud, Propinsi Sulawesi Utara. Pulau Marampit terdiri dari tiga desa, yaitu Desa Marampit, Desa Dampulis, dan Desa Laluhe.

P. Marampit adalah pulau terluar yang dibatasi oleh Samudra Pasifik di sebelah utara dan timur, Pulau Karatung di sebelah barat, dan di sebelah selatan dengan Selat Pulau Mangupung. Kondisi alam terdiri dari perbukitan yang dimanfaatkan sebagai daerah perkebunan, selebihnya dipenuhi dengan tanaman liar kecuali daerah yang berpenghuni. Di pulau ini terdapat sarana jalan desa sepanjang 5 km yang menghubungkan tiga desa di pulau tersebut. Pulau ini dikelilingi hamparan karang dan pantai berpasir yang landai dengan pemandangan yang indah.

Pulau Karatung (Kab. Kepulauan Talaud)

kantor camat nanusa

kantor camat nanusa

Pulau Karatung merupakan pulau berpenghuni dengan posisi geografis berada pada posisi 4° 43′ 25″ LU dan 127° 05′ 13″ BT.Pulau ini merupakan ibukota Kecamatan Nanusa. Kondisi alam pada umumnya berupa dataran rendah dengan di bagian barat agak ketengah terdapat perbukitan dataran rendah yang di dominasi oleh tanaman kelapa dengan hamparan pasir putihnya dihampir seluruh pantai.

Pulau Kakorotan (Kab. Kepulauan Talaud)

Pulau Kakorotan merupakan pulau berpenghuni dengan posisi geografis berada pada posisi 4° 37′ 36″ LU, 127° 9′ 53″ BT dan luas pulau ini 7,6 km2 . Kondisi alamnya pada umumnya berupa dataran rendah dengan dibagian selatan terdapat perbukitan. Dataran rendah didominasi oleh tanaman kelapa dengan hamparan pasi putihnya di hampir seluruh pantai. Seluruh pantai di P. kakorotan di kelilingi oleh Karang (nyare), bahkan bila air laut surut pula ini akan tersambung daratannya dengan P. Intata.

Pulau Intata (Kab. Kepulauan Talaud)

Pulau ini tidak berpenghuni dengan posisi geografis beraada pada posisi 4° 38′ 38″ LU, 127° 9′ 49″ BT. Pulau intata berpasir putih , pada bagian luarnya terdapat karang (nyare). Pantai berpasir ini merupakan tempat bertelur penyu pda musimnya. Nyare disekitar pulau intata sangta lebar. Bahkan bila air laut surut pada saat purnama antara pulau intatat dan pulau kakorotan tersambung menjadi satu daratan. Pada karang ( nyare) yang lebar inilah setiap tahun di selenggarakan acara Mane’e , yaitu acara menangkap ikan bersama-sama dengan dihalau memakai daun kelapa di atas karang (nyare) yang airnya tinggal sedikit.. kemudian ikan yang di tangkap beramai-ramai untuk selanjutnya dibagi-bagi.

Pulau Marore (kab. Kepulauan Sangihe)

Border Crossing MarorePulau ini merupakan pulau yang bebatasan langsung dengan Filipina dengan posisi geografis berada pada 4° 44′14″ LU, 125° 28′42″ BT, luas pulau ini 3.12 km2. Pulau ini berpenghuni dengan satu desa yaitu Desa marore. Pada sisi utara pulau ini terdapat perbukitan serta hampir seluruh pulau ini dikelilingi oleh karang (nyare) serta pasir putih dan penggunaan lahannya selain pemukiman juga untuk tanaman kelapa

Pulau Kawio (Kab. Kepulauan Sangihe)

p-kawiokemboling1

Letak pulau Kawio tidask jauh dari pulau Marore dengan posisi geografis berada pada 4° 40′ 16″ LU, 125° 25′ 41″ BT. luas pulau ini 60.2 ha, pulau ini berpenghuni dengan satu desa yaitu Desa Kawio . Pulau kawio berupa dataran rendah yang di sisi utaranya terdapat rawa-rawa. Pulau ini juga dikelilingi olen karang (nyare) dan pasir putih. Selain tanaman kelapa pulau ini juga menghasilkan Jeruk nipis (citrusaurantifolia)

Oleh: agnes tenly moningkey | April 24, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori